Blogger Widgets

Thursday, January 1, 2015

Makalah dan Powerpoint BAB III Masalah Lingkungan Hidup




BAB III
MASALAH LINGKUNGAN

A.    Lingkungan dan Permasalahannya
 
Masalah lingkungan suadah ada sejak jaman dahulu kala, tetapi dampaknya yang lebih luas mulai dirasakan pada dasawarsa 1950-an, akibat dari berkembangnya teknologi. Menurut Soeriaatmadja ( 1990 ), suatu penemuan yang sangat besar dampaknya terhadap alam pikiran manusia pada abad ke 20 ini ialah ketika manusia berhasil pertama kalinya mengarungi angkasa luar dengan pesawat luar angkasa. Sehingga dengan berhasilnya manusia mengarungi angkasa luar , manusia juga dapat mengamati kerusakan planet bumi dari atas bumi.
 
Kerusakan lingkungan juga mengakibatkan kerusakan kehidupan, contohnya smog, asap menyerupai kabut yang berasal dari buangan mobil, dan pabrik yang kemudian bereeakssi dengan matahari, akan mengganggu kesehatan (system pernapasan). Juga pengaruh logam berat air raksa (Hg) yang menyebabkan penyakit Minamata, serta limbah logam cadmium (Cd) yang menyebabkan penyakit itai- itai, keduanya di Jepang.
 
 Contoh diatas telah menarik perhatian serius beberapa negara sejak mulai 1970-an. Tepatnya setelah diselenggarakan konferensi PBB tentang lingkungsn hidup di Stockholm 5-11 Juni 1972. Sehingga tanggal 5 Juni selain dijadikan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (The Environment Day), didirikan pula Badan PBB yang mengurus masalah lingkungan yaitu United Nation Environment Programme (UNEP). Perlu diketahui bahwa pada konferenssi tersebut ikut serta peerwakilan Indonesia, yang sebelumnya telah mengadakan seminar tentang lingkungan hidup untuk pertama kalinya di indonnesia 15- 18 Mei 1972 (Soemarwoto, 1997). 

Beberapa hal pokok yang menyebabkan timbulnya masalah lingkungan masalah antara lain adaalah tinggginya tingkat pertumbuhan penduduk, meningkatnya kualitas, dan kuantitaslimbah, adanya pencemaran limtas batas Negara. 

B.     Masalah Lingkungan Secara Global

Beberapa masalah lingkungan lingkungan global antara lain: 

1.      Perubahan Iklim (Pemanasan Global) 

Iklim bumi telah berganti beberapa kali sepanjang sejarah sampai saat ini, terentang mulai jaman es sampai pada periode- periode panjang bumi meenjadi hangat dan es mencair. Berdasarkan sejarah, factor- factor alam seperti erupsi vulkanik, perubahan orbit bumi, dan jumlah energy yang dilepaskan oleh matahari dapat mempengaruhi iklim bumi.

 Perubahan pola iklim, sebagai misal, mengancam produksi pangan melalui meningkatnya curah hujan yang tidak normal, meningkatnya permukaan air laut mengkontaminasi persediaan air tawar di pesisir, dan meningkatnya resiko banjir, dan menghangatkan atmosfer juga penyebaran hama dan penyakit tropis ke daerah lain.

Beberapa efek lain dari perubahan iklim:
·         Meningkatnya suhu bumi. 
·         Terdapat karbondioksida lebih banyak di atmosfer.
·         Banyak curah hujan dan banyak terjadi kekeringan.
·         Kenaikan permukaan air laut.
·         Berkurangnya lapisan es, terutama pada musim panas.

2.      Penipisan Lapisan Ozon

Lapisan ozon adalah lapisan konsentrasi molekul ozon yang terdapat di Stratosfer. Ozon adalah senyawa kimia yang terdiri dari 3 atom oksigen ( O3). Di lapisan atmosfer ( dekat permukaan bumi ) ozon dapat mengganggu kesehatan, tetapi di lapisan Stratosfer ozon akan melindungi makhluk hidup dari sinar ultra violet yang di pancarkan oleh matahari.
 
Berlubangnya lapissan ozon mengakibatkan semakin banyak radiasi yang mencapai permukaan bumi.untuk manusia paparan sinar UV yang berlebihaan dapat mengakibatkan kanker kulit, katarak, dan memperlemah system kekebalan tubuh. Peningkatan radiasi UV juga mengakibatkan berkurangnya hasil panen dan gangguan pada rantai makanan di laut.
 
Berlubangnya lapisan ozon sebagian besar disebabkan oleh CFC ( Chlorofluorocarbons), HCFC (Hydrochlorofluorocarbons), HFC (Hydrofluorocarbons), dan PFC (Perfluorocarbon). Gas- gas ini biasanya digunakan pada AC dan lemari es, emisi dari industri energi, semen, pulp dan kertas. Peristiwa berlubangnya ozon karena CFC melalui urutan sebagai berikut: CFC terlepas dari sumber dan naik ke stratosfer, sinar matahari memecah CFC sehingga menjadi atom klorin yang kemudian menjadi penyebab rusaknya lapisan ozon.

3.      Efek Rumah Kaca 

            Selain penipisan ozon, masih banyak lagi ancaman lingkungan yang dapat mempengaruhi kehidupan kita, yaitu gas pencemar (polutan) yang menyebabkan efek rumah kaca (ERK). Gas- gas pencemar akan melapisi bumi sehingga sinar matahari yang berhasil menerobos, panasnya akan tertahan tidak dapat lepas kembali ke atmosfer bebas. Fenomena ini menyerupai efek rumah kaca (green house effect), suhu dalam rumah kaca lebih tinggi karena panasnya tidak dapat menembus kaca. Sebenarnya, bila bumi ini tidak ada gas polutan yang membentuk rumah kaca (GRK) seperti CO, Ca2, metana, maka suhu  rata- rata permukaan bumi hanya -18oC suhu yang dingin bagi kehidupan makhluk hidup. Tetapi dengan meningkatnya kadar GRK akan meningkat pula ERK (efek rumah kaca) sehingga suhu permukaan bumi akan naik pula, sehingga menyebabkan pemanasan global. 

4.      Hujan Asam

            Hujan asam adalah istilah yang secara luas digunakan untuk campuran materi asam nitrat dan asam sulfit baik secara basah dan kering dari atmosfer melebihi jumlah normal. Penyebab atau unsur kimia pembentuk dari hujan asam berasal dari sumber- sumber alami seperti kegiatan vulkanik dan vegetasi yang terurai, maupun yang diakibatkan oleh aktivitas manusia, yang terutama berasal dari sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (NOx) berasal dari pembakaran bahan bakar fosil. 

Unsur- unsur kimia asam dapat berupa hujan yang mengandung asam, fog (kabut asap), dan salju. Jika unsur- unsur asam di udara tertiup angin dimana kondisi cuaca lembab, unsur kimia tersebut akan jatuh ke tanah dalam bentuk hujan, salju, fog, atau kabut. Setelah jatuh ke bawah dan mengalir akan mempengaruhi bermacam- macam tanaman dan hewan.

C.     Masalah Lingkungan Secara Nasional

1)      Kerusakan Hutan Tropis

2)      Kerusakan Terumbu Karang

3)      Kerusakan Hutan Bakau

D.    Masalah Lingkungan Secara Lokal (Kota Semarng)

1.      Penyebaran Air Payau (Intrusi Air laut)

2.      Banjir dan Rob

3.      Longsor 

 

LAMPIRAN

1.      Gambar 3.1 Efek Rumah Kaca. Sumber: Assessment Report of Intergoverment Panel on Climate Channge, UNEP dan WMO, Cambridge University Press, 1996

2.      Gambar 3.2 Sumber dan Terbentuknya Hujan Asam. Sumber : www.epa.gov


UNTUK MENDOWNLOAD POWERPOINT PRESENTASINYA SILAHKAN KLIK DISINI



 
UNTUK MENDOWNLOAD POWERPOINT PRESENTASINYA SILAHKAN KLIK DISINI
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Newer Post Older Post Home

2 comments:

makasih ya, blog nya sangat membantu saya dalam menyelesaikan tugas perkulihan saya...

Post a Comment

Terimakasih Sudah Berkomentar Menggunakan Bahasa yang Halus